Kunrat juga mengapresiasi kerja sama antara Rutan dan PWI. Menurutnya, keterlibatan insan pers dalam mendukung pembinaan warga binaan merupakan langkah positif untuk membangun pemahaman masyarakat yang lebih baik terhadap proses reintegrasi sosial.
“Sinergi dengan insan pers dan kehadiran PKBM diharapkan memberikan semangat baru, bekal keterampilan, ijazah kesetaraan, serta membantu mengikis stigma negatif masyarakat sehingga warga binaan siap diterima kembali dengan baik setelah bebas,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ny. Maria menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada warga binaan.
Nama Nara Abhipraya, yang bermakna manusia yang memiliki harapan mulia, diharapkan menjadi semangat dan motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri serta menata masa depan yang lebih baik.
Ia mengucapkan selamat kepada para pengurus yang telah dilantik. Ia juga berpesan agar seluruh pengurus memegang teguh Satya dan Darma Pramuka serta menjalankan organisasi dengan penuh tanggung jawab.
Kwarcab 12 Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang, lanjutnya, siap memberikan dukungan agar Saka Pramuka Nara Abhipraya dapat memberikan dampak positif secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan yang dijalani selama berada di Rutan perlu diikuti dengan penerimaan sosial setelah mereka bebas. Tanpa dukungan masyarakat, mantan warga binaan berisiko kembali mengalami pengucilan meskipun telah berupaya memperbaiki diri.
“PWI ingin hadir mengambil peran aktif untuk menghapus stigma negatif tersebut agar para warga binaan dapat kembali disambut dan dirangkul oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus membangun kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih terbuka dan mendukung proses reintegrasi sosial. Dengan demikian, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (Lex)
Editor : Armed






