SUMATERA BARAT -AGAM – Sudah dua tahun ini Heru Nofriandi, aktivis perlindungan dan pemerhati tumbuhan langka, bisa berkampanye langsung dari kawasan hutan di titik bunga bangkai (Amorphophallus titanum) mekar karena jaringan 4G lancar.
Sebelumnya, untuk mengabarkan kondisi terkini bunga dan membagikan dokumentasi yang ia ambil di hutan Palupuh, Nagari Koto Rantang, Agam, Sumbar, Heru harus ke jalan besar untuk mencari jaringan internet.
Serunya kalau melaporkan pandangan langsung di titik bunga mekar via media sosial saya bisa berinteraksi langsung dengan calon pengunjung atau teman-teman, ucap Heru.
Data Komdigi, hingga kuartal 1 2026, jangkauan jaringan 4G telah mencapai 98,96 persen populasi Indonesia, sedangkan penetrasi internet telah menembus lebih dari 80 persen. Sementara jaringan 5G dalam tahap pengembangan yang telah mencakup sekitar 2,38 persen.
Terhubung menjadi komitmen pemerintah untuk menghadirkan konektivitas digital yang inklusif dan merata, sehingga manfaat teknologi dapat dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah nonkomersial, serta kelompok masyarakat yang masih menghadapi kesenjangan akses digital.
Aktivitas Heru mengamati bunga dan mengawasi hutan Palupuh kemudian berkoordinasi dan berbagi dokumentasi dengan petugas, itu sangat membantu kami mengumpulkan informasi awal, ucap Syahrul Fitra, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Sumbar.
Dari catatan Heru di tempat ia rutin berpatroli sampai akhir September 2026 ada 5 bunga bangkai yang mekar sempurna.
Editor : Adi Prima






