IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pemkab Pasaman Barat Ajak Warga Manfaatkan Pangan Lokal

Pemkab Pasaman Barat Ajak Warga Manfaatkan Pangan Lokal
Pemkab Pasaman Barat Ajak Warga Manfaatkan Pangan Lokal
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PASAMAN BARAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melalui Dinas Ketahanan Pangan terus menggencarkan sosialisasi gerakan diversifikasi pangan lokal. Upaya ini dilakukan untuk mendorong pola konsumsi masyarakat yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA), sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, di Simpang Empat, Minggu (5/4/2026), menjelaskan bahwa diversifikasi pangan merupakan upaya mendorong masyarakat mengonsumsi makanan pokok selain beras dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di daerah.

Menurutnya, berbagai bahan pangan seperti jagung, kentang, pisang, talas, singkong, ubi jalar, dan jenis umbi-umbian lainnya dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat bagi masyarakat.

Ia mengatakan, sosialisasi gerakan tersebut terus dilakukan dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan masyarakat. Edukasi juga disampaikan melalui kegiatan gelar pangan murah serta kegiatan kesehatan di puskesmas.

Selain sosialisasi dan promosi, Dinas Ketahanan Pangan juga mendorong pemberdayaan rumah tangga dan kelompok wanita tani agar mampu menyiapkan makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki pola konsumsi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ekadiana menegaskan bahwa pangan berkualitas merupakan salah satu unsur penting dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Dengan mengonsumsi makanan yang beragam, kebutuhan zat gizi dapat saling melengkapi sehingga tubuh memperoleh asupan gizi yang lebih seimbang.

Ia menyebutkan, Pasaman Barat memiliki potensi sumber daya alam yang mendukung pengembangan pangan lokal. Beragam komoditas seperti kentang, pisang, jagung, talas, singkong, dan ubi jalar dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti sebagian konsumsi nasi.

“Masyarakat harus memahami bahwa kenyang tidak harus selalu dengan nasi. Satu porsi nasi bisa disetarakan dengan pangan lokal yang tersedia di daerah kita,” ujarnya.

Ekadiana menjelaskan, berdasarkan perbandingan yang disampaikannya, 100 gram nasi dapat disetarakan dengan sekitar dua buah kentang dengan berat total 210 gram, 2,5 buah pisang, tiga buah jagung, satu buah talas, 1,5 potong singkong, atau satu buah ubi jalar. Perbandingan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenalkan pilihan sumber karbohidrat kepada masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap jenis pangan memiliki kandungan gizi yang berbeda. Kentang dan ubi jalar mengandung antioksidan, jagung serta singkong menjadi sumber serat, sementara pisang dan talas turut menyumbang zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, mengombinasikan beragam bahan pangan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Editor : Berita Minang
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH