Menurutnya, budaya gotong royong dalam beberapa tahun terakhir mulai mengalami penurunan akibat perubahan pola hidup masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen menjadikan kegiatan tersebut sebagai gerakan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur pemerintah, dunia pendidikan, pemerintahan nagari, hingga masyarakat.
"Budaya gotong royong ini sudah mulai pudar dalam kehidupan masyarakat kita. Sekarang mari kita hidupkan kembali semangat itu. Sebenarnya semangat gotong royong masih ada, tinggal bagaimana kita terus membangkitkannya melalui momentum-momentum seperti kegiatan Ber-Goro ini," katanya.
Yulianto menegaskan, bersama Wakil Bupati M. Ihpan, pihaknya terus mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, wali nagari, hingga sekolah-sekolah agar menjadikan gotong royong sebagai budaya yang terus dipelihara.







