IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pedagang Pasar Muara Labuh Engan Pindah Sesuai Zona Pasar, Ini Alasananya

Padagang harus duduk bersama dagangannya di meja los,  karena tingginya meja los tersebut yang menjadi salah satu keluhan pegadang saat dipindahkan kelokasi baru itu,  Minggu (5/7/2020). Foto Afrizal. A
Padagang harus duduk bersama dagangannya di meja los, karena tingginya meja los tersebut yang menjadi salah satu keluhan pegadang saat dipindahkan kelokasi baru itu, Minggu (5/7/2020). Foto Afrizal. A
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG ARO - Pedagang pasar yang biasanya berjualan setiap hari kecuali hari Pakan Senin dan Kamis, yang selama ini memamfaatkan halaman parkir pasar dan pinggiran jalan didepan pasar, bukan enggan untuk dipindahkan sesuai kehendak pengelolah pasar.

Akan tetapi mereka enggan karena lokasi yang mereka tempati, yaitu kios dan los baru yang dibangunan TP (bangunan dari kegiatan Tugas Perbantuan Kementerian Perdagangan RI-red), itu tidak layak ditempati. Pasalnya, selain ukuran losnya kecil-kecil dan tinggi, juga ada dinding penyekat antara pedang yang juga sangat tinggi.

Sehingga mereka merasa susah untuk menjajakan dagangan, karena selain lokasi los kecil, dagangannya juga sangat sulit dilihat pembeli, karena tingginya los tempat meletakan dagangan.

"Bahkan antara pedang satu dengan belakangnya juga tidak kelihatan, disebabkan sekat dinding terlalu tinggi untuk ukutan orang indonesia (orang timur), " ungkap Yet salah seorang pedagang yang terkena dampak penggusuran sesuai zona pasar.

Banyak pedagang harian pasar Muara Labuh di Kampung Palak itu merasa keberatan dan kecewa dipindahkan ke lokasi baru. Tidak lain hanya karea kondisi yang akan kami tempati itu kurang memadai, dan tidak sesuai dengan kebiasaan pada umumnya pedagang yang suka menjejer dagangannya, " terang Yet.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kami bukan penolak dipindahkan, termasuk tidak menolak untuk membayar, akan tetapi dimohonkan juga memperhatikan kecocokan tempat untuk kami berdagang, tambah Yet.

Pedagang lain, juga mengeluhkan, penempatan pedagang yang masih belum tertib. Seperti pedagang cabe dan pedagang sayur - saturan yang masih tidak satu lokasi. Artinya, masih ada pedagang yang menjajakan dagangannya di luar bangunan.

Sedangkan pengunjung pasar, Ap menyikapi penempatan pedagang dalam bangunan baru serta di bagian belakang bangunan itu sangat baik dan bangus. Selain akan membuat wajah pasar terlihat rapi, dan indah. Pembeli juga akan nyaman menelusuri los demi los dalam gendung tersebut.

Sementara itu, Sekdis Koperindag & UKM, Devi Mikiyati, SE maupun Kepala UPT Pasar Diskoperindag, Osmal Hendri, SE, menyikapi keluhan pedagang tersebut berjanji akan mengevaluasinya. Saat ini yang penting kita pindahkan dulu pedagang yang selama ini memamfaatkan halaman depan pasar, termasuk yang dipinggiran jalan pasar

"Semua keluhan akan kita tampung dan kita akan lakukan evaluasi untuk menindak lanjuti keinginan pedagang, " ungkap Devi Mikiyati.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH