IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Bisnis Digital, Solusi Pemulihan Ekonomi Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Nadhifa Maulidiya seorang selaku pelaku UMKM yang menggunakan bisnis digital saat adaptasi kebiasaan baru. Foto Humas BNPB
Nadhifa Maulidiya seorang selaku pelaku UMKM yang menggunakan bisnis digital saat adaptasi kebiasaan baru. Foto Humas BNPB
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

JAKARTA - Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang sangat besar pada hampir semua sektor kehidupan. Tidak hanya kesehatan, sektor ekonomi menjadi salah satu sektor paling terdampak dan tidak dapat berjalan normal seperti biasanya. Di sisi lain, COVID-19 juga memaksa masyarakat untuk mengurangi kontak fisik sebagai upaya untuk menekan penyebaran agar tidak semakin meluas.

Guna mengurangi kontak fisik dalam upaya menekan potensi penularan COVID-19 sekaligus menggerakkan roda ekonomi, bisnis digital menjadi salah satu solusi, tentunya dengan tetap menyesuaikan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

CEO Investor Muda, Jason Gozali menekankan pentingnya promosi bisnis di masa pandemi dengan menguasai digital marketing dan media sosial. Jason juga memberikan apresiasi kepada pemerintah akan usahanya untuk membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM) di masa pandemi yang membuat gerakan bernama "Bangga Buatan Indonesia", sebuah gerakan yang menjangkau ribuan UMKM untuk masuk ke seragam platform marketplace yang ada di Indonesia.

"Promosi tidak boleh konvensional seperti era sebelum COVID-19, promosinya harus unconventional sekarang", ujar Jason pada dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta (4/7).

Pada kesempatan yang sama, Nadhifa Maulidiya selaku pelaku UMKM menceritakan proses produksi dan distribusi produk UMKM-nya yang berbeda akibat pandemi seperti membeli bahan baku, proses pemasaran, hingga pengiriman semua melalui media daring.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Dari mulai saya membeli bahan baku itu di online shop, lalu saya olah dan memasarkannya melalui media sosial, untuk pengirimannya melalui ojek online, jadi semua kegiatan bisa dilakukan di rumah", tambah Nadhifa.

Dalam mencari modal, baik Nadhifa maupun Jason memiliki cara yang berbeda untuk mendapatkannya. Nadhifa memilih uang tabungan untuk dijadikan modal, sedangkan Jason mengatakan beragam jalur untuk mendapatkan modal.

"Cara nomor satu, buat bussiness plan yang bagus lalu coba submit siapa tau ada investor. Sebagai opsi, kita bisa juga pinjam ke keluarga atau teman, kalau bank mungkin agak susah", ungkap Jason.

Untuk mempromosikan sebuah produk agar mampu bersaing dengan produk lain, Jason berbagi tips yang salah satunya adalah dengan menambahkan value atau nilai dari produk yang kita miliki agar tidak menjadi komoditas, sehingga yang dipromosikan dan dijual tidak hanya produknya namun nilai lebih diluar produk tersebut.

Seiring dengan pernyataan Jason sebelumnya, Nadhifa sependapat dengan adanya value atau nilai lebih dari sebuah produk, Nadhifa pun mengaplikasikan value atau nilai tambah tersebut pada produk UMKM-nya.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH