PADANG ARO - Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit menyebutkan, keberhasilan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Solok Selatan harus menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatra Barat.
Ia mengapresiasi keterbukaan masyarakat dan pemerintah daerah menerima investasi yang nilai mencapai triliunan ini, sehingga sekarang sudah dinikmati hasilnya.
"Keberhasilan PT Supreme Energi Muara Labuh ini seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat yang sering demo menolak investasi panas bumi di Sumbar," ungkapnya kepada wartawan saat meninjau power plan pembangkit listrik PT Supreme Energy Muara Labuh, Rabu (10/6/2020).
Ia menambahkan, potensi panas bumi di sumbar cukup besar, untuk itu ia berharap masyarakat sumbar dapat menerima apabila ada investor yang ingin menanamkan modalnya khususnya untuk PLTPB. "Kita harus positif thinking, ini investasi yang besar yang akan menyerap banyak tenaga kerja lokal, ditambah lagi ekonomi masyarakat akan berjalan, disamping nanti perusahaan akan memberikan CSR-nya, yang akan dinikmati juga oleh masyarakat di Sumbar.
Disamping itu, dia juga mendukung PT Supreme Energy untuk melakukan eksplorasi untuk tahap II.
"Tentu kita harus apresiasi atas kinerja PT. Supreme yang turut membantu pemerintah dalam mengatasi kelangkaan pasokan energi listrik dengan memanfaatkan sumber energi panas bumi yang ada," ujarnya.
Rahman juga menyebut, bahwa CSR dan berbagai bentuk kontribusi PT. Supreme kepada masyarakat, turut memberikan sumbangsih yang perlu diapresiasi.
"Termasuk kita juga berterima kasih atas pembangunan GOR yang saat ini dalam tahap finishing" ucapnya mengapresiasi pembangunan GOR senilai Rp. 30 Miliar lebih tersebut.
Sementara itu, Senior Manager Site Support & Field Relation SEML Nofrins Napilus menyampaikan apresiasinya kepada masyakat dan pemda Solsel, ia mengatakan tanpa dukungan dan kerjasama yang baik dengan masyarakat dan pemerintah daerah, PLTPB di Solsel tidak akan berjalan baik.
Editor :






