Strategi tersebut dirancang untuk membangun kepercayaan diri para personel sekaligus memperkuat stage presence ketika mereka tampil di hadapan publik. Setiap elemen visual memiliki peran dalam mendukung ekspresi, gerak, dan karakter musik yang dibawakan. Dengan demikian, fashion tidak hanya menjadi pelengkap penampilan panggung, tetapi juga bagian dari pengalaman artistik yang membantu audiens mengenali dan mengingat identitas South Queen.
Dalam praktik creative direction dan styling, Bina memandang proses kreatif sebagai perjalanan menerjemahkan gagasan menjadi representasi visual yang memiliki makna. Keputusan mengenai warna, bentuk, proporsi, hingga keseluruhan styling menjadi bagian dari narasi yang membangun persepsi audiens terhadap seseorang, sebuah kelompok, atau sebuah proyek. Pendekatan tersebut menempatkan fashion sebagai instrumen komunikasi yang mampu menyatukan estetika dengan pesan.
Berangkat dari kecintaannya terhadap fashion sejak kecil, Bina terus mengeksplorasi hubungan antara identitas individu dan karakter kolektif. Ia berupaya menghadirkan konsep visual yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki relevansi dengan cerita, tujuan, dan karakter pihak yang direpresentasikan. Dalam konteks South Queen, pendekatan tersebut terlihat melalui upaya menyatukan kebebasan berekspresi generasi muda, pengaruh musik hip-hop, dan akar dangdut Indonesia dalam satu identitas yang khas.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
Editor : Marjeni Rokcalva






