“Dinas Kehutanan saya minta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar ditanami sawit. Jangan-jangan ada oknum yang sengaja bermain di sini,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi semakin memburuknya kualitas udara, Vasko juga menginstruksikan agar dibentuk tim terpadu yang melibatkan BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya. Tim tersebut diharapkan dapat melakukan pemantauan secara berkala, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap bagi masyarakat.
Sementara itu Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukittinggi, Dr. Sugeng Nugroho menjelaskan berdasarkan pemantauan pihaknya, banyak titik api terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Pergerakan angin turut memengaruhi penyebaran asap ke sejumlah kawasan di Sumatera bagian selatan, termasuk Sumbar.
Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan mengingatkan pentingnya pemantauan kondisi cuaca secara berkala menjelang November–Desember. Menurutnya, perubahan pola atmosfer dan angin muson akan memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai wilayah.
Editor : Marjeni Rokcalva






