Tapi kini, tatanan itu sudah mulai melunak di beberapa nagari demi menyelamatkan masa depan anak cucu dan menghindari perbuatan yang dilarang agama. Pemuka adat kini mulai membuka pintu kompromi di mana sanksi adat bisa ditebus dengan denda materi, serupa memotong kambing atau sapi untuk memberi makan urang sakampung sebagai tanda pembersihan nama baik. Kelunakan seperti inilah yang membuat generasi muda merasa memiliki celah untuk tetap mempertahankan cintanya tanpa harus sepenuhnya terusir dari tatanan adat Minangkabau. ***
Janji Cinto Manabrak Adat, Batas Sakral Kawin Sesuku nan Mulai Goyang?
Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand Padang
Opini lainnya
Rahma Wulandari
Mau Tahu? Inilah Permainan Anak Nagari Minangkabau
Mau Tahu? Inilah Permainan Anak Nagari Minangkabau
Sasmita Zulianti
Songket Minangkabau: Dari Pandai Sikek Hingga Silungkang
Songket Minangkabau: Dari Pandai Sikek Hingga Silungkang
Muhammad Arman Malik
PSN Merauke dan Hak Veto yang Tak Pernah Diberikan
PSN Merauke dan Hak Veto yang Tak Pernah Diberikan






